Kesalahan Guru Mengajar Sambil Merokok

Diposting oleh Mustaqim on Kamis, 16 Agustus 2012

Guru yang merokok saat melangsungkan kegiatan belajar-mengajar akan mengganggu kegiatan belajar-mengajar. Misalnya, asap rokok dari guru dapat mengganggu konsentrasi belajar dan kesehatan muridnya yang tidak suka merokok. Murid yang alergi terhadap asap rokok akan mengalami batuk dan sesak napas.

Secara bersamaan, murid tidak akan bisa berkonsentrasi terhadap materi yang sedang dipelajari dan diajarkan oleh gurunya. Selain itu, murid juga akan menggerutu di dalam hatinya jika ia tidak berani memprotes gurunya secara langsung, juga membuat muridnya berani menjelek-jelekkan gurunya, meskipun itu diungkapkan didalam hatinya.


Guru yang merokok saat mengajar juga menampakkan dan mencontohkan ketidakadilan terhadap muridnya. Di setiap sekolah, bahkan perguruan tinggi, pun ditegaskan mengenai larangan merokok di dalam ruangan kelas atau kuliah, apalagi saat berlangsung kegiatan belajar-mengajar. Bahkan, di sebagian sekolah, ada yang menghukum murid jika ketahuan merokok di dalam kelas.

Anehnya, guru yang merokok saat mengajar tidak mendapatkan teguran atau hukuman dari pihak sekolah atau pihak yang menjadi atasan para guru. Di sini, telah terjadi diskriminasi dalam proses belajar-mengajar antara murid dan gurunya. Ini juga merupakan manifestasi dari ketidakkonsistenan sekolah dalam menerapkan aturan. Contohnya, murid dilarang merokok, sedangkan gurunya dengan seenaknya merokok ketika mengajar.

Seharusnya, selain murid yang dilarang merokok, guru yang merokok juga dilarang merokok di lingkungan sekolah, apalagi saat kegiatan belajar ¬mengajar berlangsung. Guru dapat dijadikan sebagai representasi atau contoh utama dari adanya berbagai aturan yang diterapkan di sekolah.
Murid yang masih berada dalam taraf perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik tentu saja akan mudah mencontoh sesuatu yang ditemukan di sekitar lingkungannya, meskipun itu tidak menyehatkan. Kecenderungan murid untuk meniru perlu mendapatkan perhatian dan contoh yang positif, serta menghindarkan contoh yang negatif di lingkungannya, termasuk menghindarkan murid dari seorang guru yang merokok saat mengajar.
Oleh karena itu, sepatutnya seorang guru tidak memberikan contoh tingkah laku yang dapat mengganggu kesthatan dan membahayakan jiwa muridnya.
Ketidakkonsistenan da¬lam memberikan pelajaran dan contoh dari guru seharusnya tidak boleh terjadi di sekolah. Guru harus benar-benar memperhatikan komponen-komponen pelajaran yang saling mendukung dan melengkapi. Jika ada guru yang melarang, tetapi ada juga guru yang memberikan contoh untuk melanggar larangan, itu merupakan wujud dari tidak efektifnya proses belajar-mengajar di sekolah.

Boleh jadi, ada guru yang memberikan alasan dirinya merokok saat mengajar. Misalnya, ia mengakatan, "jika saya mengajar tidak sambil merokok, rasanya kurang enak." Alasan semacam ini ketika dibenturkan dengan dampak negatif terhadap murid yang sudah dijelaskan tersebut tentu saja sangat tidak dimengerti. Seharusnya, seorang guru karena menjadi teladan bagi muridnya mampu menahan kecanduannya untuk mengisap rokok saat mengajar.

(Masykur Arif Rahman, Kesalahan-kesalahan fatal paling sering Dilakukan Guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar)

Artikel terkait :



{ 0 komentar... baca komentar dibawah or tulis komentar }

Posting Komentar