Apakah DOS atau DDoS itu?

Diposting oleh Mustaqim on Selasa, 14 Agustus 2012

Dalam dunia komputer, serangan Denial-of-Service (DoS) atau Distributed Denial-of-service (DDoS) merupakan serangan untuk membuat mesin atau jaringan tidak tersedia untuk penggunanya. Meskipun sarana untuk melaksanakan, motif, dan sasaran serangan DoS dapat bervariasi, umumnya terdiri dari upaya satu atau lebih orang untuk sementara atau selamanya mengganggu atau melumpuhkan layanan dari host yang terhubung ke Internet.

Pelaku serangan DoS biasanya menargetkan situs atau layanan dari server web kelas atas seperti bank, gateway pembayaran kartu kredit (payment gateway), dan bahkan root nameserver (root DNS). Istilah ini umumnya digunakan berkaitan dengan jaringan komputer, tetapi tidak terbatas pada bidang ini, misalnya, juga digunakan dalam referensi dalam manajemen sumber daya CPU.

Salah satu metode umum serangan adalah dengan membanjiri mesin target dengan permintaan komunikasi dari luar/eksternal, sedemikian rupa sehingga tidak bisa menanggapi trafik yang sah, atau merespon begitu lambat sehingga secara efektif layanannya tidak tersedia. Serangan semacam ini biasanya menyebabkan server overload. Secara umum, serangan DoS dilaksanakan oleh baik memaksa komputer target untuk reset, atau mengkonsumsi sumber daya target sehingga tidak dapat lagi memberikan layanan yang dimaksudkan atau menghalangi komunikasi antara pengguna dan server target sehingga mereka dapat tidak lagi berkomunikasi secara memadai.

Serangan "Denial-of-Service" dicirikan oleh usaha penyerang untuk mencegah pengguna yang sah dari menggunakan layanan server target. Ada dua bentuk umum serangan DoS yaitu : DoS yang membuat layanan "crash" dan DoS yang membuat layanan kebanjiran (flood service).

Serangan DoS dapat dilakukan dalam beberapa cara. Ada Lima jenis dasar serangan DoS yaitu:

  1. Konsumsi sumber daya komputasi, seperti bandwidth, disk space, atau waktu prosesor. 
  2. Gangguan terhadap informasi konfigurasi, seperti informasi routing. 
  3. Gangguan status informasi, seperti reset ulang terhadap session TCP. 
  4. Gangguan terhadapa komponen jaringan fisik. 
  5. Menghalangi komunikasi antara pengguna dimaksudkan dan server sehingga mereka tidak bisa lagi berkomunikasi secara memadai.
Sebuah serangan DoS juga termasuk eksekusi malware yang dimaksudkan untuk:

  • Membuat maksimal penggunaan prosesor, mencegah prosesor eksekusi proses yang sah. 
  • Memicu kesalahan di microcode mesin. 
  • Memicu kesalahan dalam urutan instruksi, sehingga untuk memaksa komputer menjadi tidak stabil. 
  • Mengeksploitasi kesalahan dalam sistem operasi, menyebabkan mesin kekurangan sumber daya, yaitu untuk menggunakan semua fasilitas yang tersedia sehingga tidak ada pekerjaan yang dapat diselesaikan.
  • Crash sistem operasi itu sendiri.

Artikel terkait :



{ 0 komentar... baca komentar dibawah or tulis komentar }

Posting Komentar